Sunday, May 19, 2013
Promosi kesehatan
1.
ASI
• ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi.
ASI mengandung segala kebutuhan bayi, mulai dari zat gizi hingga zat kekebalan
tubuh yang melindungi bayi dari serangan penyakit.
• ASI mudah dicerna dan diserap bayi. ASI mengandung whey dan casein dengan perbandingan 60:40 sehingga mudah dicerna oleh bayi.
• ASI mengandung zat-zat gizi yang diperlukan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya, termasuk
otak dan fungsi kognitifnya.
• ASI memberikan perlindungan kepada bayi dari kemungkinan infeksi dan alergi, juga merangsang pertumbuhan sistem kekebalan tubuh bayi.
• ASI selalu tersedia, bersih, dan segar.
• ASI lebih ekonomis, hemat, sekaligus praktis.
• Pemberian ASI memperkuat ikatan batin antara ibu dan bayi. Bayi akan merasa nyaman, aman, dan terlidungi.
• ASI mudah dicerna dan diserap bayi. ASI mengandung whey dan casein dengan perbandingan 60:40 sehingga mudah dicerna oleh bayi.
• ASI mengandung zat-zat gizi yang diperlukan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya, termasuk
otak dan fungsi kognitifnya.
• ASI memberikan perlindungan kepada bayi dari kemungkinan infeksi dan alergi, juga merangsang pertumbuhan sistem kekebalan tubuh bayi.
• ASI selalu tersedia, bersih, dan segar.
• ASI lebih ekonomis, hemat, sekaligus praktis.
• Pemberian ASI memperkuat ikatan batin antara ibu dan bayi. Bayi akan merasa nyaman, aman, dan terlidungi.
Nutrisi dalam ASI
ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Agaknya kalimat
ini tidak berlebihan, karena kandungan dalam ASI dapat mencukupi gizi si buah
hati. Tak heran jika ASI disandangkan
sebagai bentuk kasih ibu pada anak.
Makanan bayi ini memiliki tiga stadium, yaitu kolostrum, ASI transisi, dan ASI matur. Kolostrum diproduksi dari hari ke-1 hingga ke-5 menyusui, ASI peralihan diproduksi dari hari ke-4 hingga ke-10 menyusui, dan ASI matur diproduksi setelah ASI peralihan.
Dengan memberikan 750-850ml ASI per hari, para ibu telah memberikan beragam zat gizi, sebagai berikut:
• Air 87,5%. Kandungan ini membuat bayi tidak kekurangan cairan dalam tubuh dan percernaan bayi lancar.
• Karbohidrat yang berupa laktosa. Kandungan ini menjadi sumber energi bagi otak bayi.
• Protein yang terdiri dari whey dan casein. Protein ini tidak menyebabkan alergi pada bayi, tidak seperti susu sapi. Asam amino juga terdapat dalam protein ASI dan berperan dalam perkembangan otak bayi. Selain itu, terdapat nukleotida yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan penyerapan besi, sehingga bayi terhindar dari Anemia Defisiensi Besi (ADB).
• Lemak, termasuk lemak omega-3 dan omega-6 yang turut berperan dalam perkembangan otak bayi. Terkandung pula asam dokosaheksanoik (DHA) dan asam arakidonat (ARA) yang berfungsi dalam perkembangan jaringan saraf dan retina mata. Lemak pada ASI baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
• Karnitin yang berfungsi untuk mempertahankan metabolisme tubuh.
• Vitamin dan mineral, seperti vitamin K, D, E, A, B, C, dan asam folat, serta kalsium.
Makanan bayi ini memiliki tiga stadium, yaitu kolostrum, ASI transisi, dan ASI matur. Kolostrum diproduksi dari hari ke-1 hingga ke-5 menyusui, ASI peralihan diproduksi dari hari ke-4 hingga ke-10 menyusui, dan ASI matur diproduksi setelah ASI peralihan.
Dengan memberikan 750-850ml ASI per hari, para ibu telah memberikan beragam zat gizi, sebagai berikut:
• Air 87,5%. Kandungan ini membuat bayi tidak kekurangan cairan dalam tubuh dan percernaan bayi lancar.
• Karbohidrat yang berupa laktosa. Kandungan ini menjadi sumber energi bagi otak bayi.
• Protein yang terdiri dari whey dan casein. Protein ini tidak menyebabkan alergi pada bayi, tidak seperti susu sapi. Asam amino juga terdapat dalam protein ASI dan berperan dalam perkembangan otak bayi. Selain itu, terdapat nukleotida yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan penyerapan besi, sehingga bayi terhindar dari Anemia Defisiensi Besi (ADB).
• Lemak, termasuk lemak omega-3 dan omega-6 yang turut berperan dalam perkembangan otak bayi. Terkandung pula asam dokosaheksanoik (DHA) dan asam arakidonat (ARA) yang berfungsi dalam perkembangan jaringan saraf dan retina mata. Lemak pada ASI baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
• Karnitin yang berfungsi untuk mempertahankan metabolisme tubuh.
• Vitamin dan mineral, seperti vitamin K, D, E, A, B, C, dan asam folat, serta kalsium.
2.
IMUNISASI PADA BAYI DAN BALITA
Imunisasi
adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan
sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah
atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti
kebal atau resisten.
Apa
saja jenis imunisasi tersebut?
Ø BCG
Berisi suspensi M.Bovis hidup yang sudah dilemahkan. Imunisasi ini tidak mencegah infeksi Tuberkulosis (TB) tetapi mengurangi risiko terjadinya TB berat seperti meningitis TB dan TB milier.
Berisi suspensi M.Bovis hidup yang sudah dilemahkan. Imunisasi ini tidak mencegah infeksi Tuberkulosis (TB) tetapi mengurangi risiko terjadinya TB berat seperti meningitis TB dan TB milier.
Ø Hepatitis
B
Tersedia vaksin kombinasi HepB dan DTP yang berdasarkan hasil penelitian Biofarma dapat memberikan respon antibodi lebih baik daripada diberikan secara terpisah.
Tersedia vaksin kombinasi HepB dan DTP yang berdasarkan hasil penelitian Biofarma dapat memberikan respon antibodi lebih baik daripada diberikan secara terpisah.
Ø Polio
Polio bisa menyebabkan penderitanya mengalami kelumpuhan dan susah bernafas. Vaksin polio digolongkan menjadi dua jenis, yaitu IPV (inactivated polio vaccine) yang berisi virus polio yang sudah dimatikan. Vaksin ini diberikan dalam bentuk suntikan dan OPV (oral polio vaccine), yang mengandung virus hidup yang sudah dilemahkan.
Polio bisa menyebabkan penderitanya mengalami kelumpuhan dan susah bernafas. Vaksin polio digolongkan menjadi dua jenis, yaitu IPV (inactivated polio vaccine) yang berisi virus polio yang sudah dimatikan. Vaksin ini diberikan dalam bentuk suntikan dan OPV (oral polio vaccine), yang mengandung virus hidup yang sudah dilemahkan.
Ø DPT
Terdapat jenis vaksin DtaP (pertusis aselular) atau yang pada orang awam dianggap sebagai vaksin DTP yang tidak menimbulkan demam. Meskipun reaksi paska imunisasi DtaP baik lokal maupun sistemik lebih rendah dibanding DTP biasa, namun vaksin tersebut masih dapat menimbulkan reaksi demam dan pembengkakan seperti jenis vaksin lain.
Terdapat jenis vaksin DtaP (pertusis aselular) atau yang pada orang awam dianggap sebagai vaksin DTP yang tidak menimbulkan demam. Meskipun reaksi paska imunisasi DtaP baik lokal maupun sistemik lebih rendah dibanding DTP biasa, namun vaksin tersebut masih dapat menimbulkan reaksi demam dan pembengkakan seperti jenis vaksin lain.
Ø Campak
Jika menjangkit anak-anak terutama anak dibawah lima tahun, campak bisa berefek fatal.
Jika menjangkit anak-anak terutama anak dibawah lima tahun, campak bisa berefek fatal.
Ø HIB
Tersedia vaksin kombinasi DTP dan HIB dengan daya imunogenitas yang tetap tinggi tanpa mempengaruhi respon imun satu sama lainnya.
Tersedia vaksin kombinasi DTP dan HIB dengan daya imunogenitas yang tetap tinggi tanpa mempengaruhi respon imun satu sama lainnya.
Ø PCV
Bayi yang berisiko tinggi mengalami kolonisasi pneumokokus, yaitu bayi dengan infeksi saluran napas atas, menjadi perokok pasif, bayi yang tidak mendapatkan ASI, dan bayi yang tinggal di negara 4 musim (pada musim dingin).
Bayi yang berisiko tinggi mengalami kolonisasi pneumokokus, yaitu bayi dengan infeksi saluran napas atas, menjadi perokok pasif, bayi yang tidak mendapatkan ASI, dan bayi yang tinggal di negara 4 musim (pada musim dingin).
Ø ROTAVIRUS
Di Indonesia, diare menjadi 28% penyebab kematian pada balita. Tersedia vaksin monovalen (Rotarix) dan pentavalen (Rotareq).
Di Indonesia, diare menjadi 28% penyebab kematian pada balita. Tersedia vaksin monovalen (Rotarix) dan pentavalen (Rotareq).
Ø INFLUENZA
Rekomendasi IDAI, imunisasi influenza diberikan pada:
- Anak sehat yang berusia 6 bulan – 2 tahun.
- Anak dengan penyakit jantung kronik, asma, diabetes, penyakit ginjal kronis dan HIV.
- Anak yang tinggal di tempat seperti asrama, panti asuhan, atau pesantren.
- Orang yang bisa menularkan virus flu pada orang yang berisiko tinggi, seperti pengasuh anak dan petugas kesehatan.
Rekomendasi IDAI, imunisasi influenza diberikan pada:
- Anak sehat yang berusia 6 bulan – 2 tahun.
- Anak dengan penyakit jantung kronik, asma, diabetes, penyakit ginjal kronis dan HIV.
- Anak yang tinggal di tempat seperti asrama, panti asuhan, atau pesantren.
- Orang yang bisa menularkan virus flu pada orang yang berisiko tinggi, seperti pengasuh anak dan petugas kesehatan.
Ø VARISELA
Tidak boleh diberikan pada anak yang sedang demam tinggi, hitung limfosit yang rendah, alergi terhadap neomisin, dan adanya defisiensi imun seluler.
Tidak boleh diberikan pada anak yang sedang demam tinggi, hitung limfosit yang rendah, alergi terhadap neomisin, dan adanya defisiensi imun seluler.
Ø MMR
Imunisasi MMR tetap diberikan meskipun anak memiliki riwayat infeksi campak, gondongan, maupun rubela. Tidak ada efek imunisasi yang terjadi pada anak yang sebelumnya telah mendapat imunitas terhadap salah satu atau lebih dari ketiga penyakit ini. Imunisasi ini juga tidak berhubungan dengan autisme.
Imunisasi MMR tetap diberikan meskipun anak memiliki riwayat infeksi campak, gondongan, maupun rubela. Tidak ada efek imunisasi yang terjadi pada anak yang sebelumnya telah mendapat imunitas terhadap salah satu atau lebih dari ketiga penyakit ini. Imunisasi ini juga tidak berhubungan dengan autisme.
Ø TIFOID
Tifoid atau yang lebih dikenal dengan thypus adalah penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Bakteri ini sering ditemukan di air dan lingkungan tempat tinggal yang tidak dijaga kebersihannya.
Tifoid atau yang lebih dikenal dengan thypus adalah penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Bakteri ini sering ditemukan di air dan lingkungan tempat tinggal yang tidak dijaga kebersihannya.
Ø HEP
A
Hepatitis A adalah penyakit peradangan pada liver (hati) yang tidak jarang pula menjangkit anak-anak.
Hepatitis A adalah penyakit peradangan pada liver (hati) yang tidak jarang pula menjangkit anak-anak.
Ø HPV
Jadwal pemberian imunisasi HPV tergantung dari jenis vaksin yang akan digunakan. Imunisasi ini dapat diberikan pada pasien sejak usia 10 tahun. Jika menggunakan vaksin HPV bivalen, diberikan 3 dosis. Dosis kedua dilakukan sebulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga dilakukan 5 bulan kemudian. Sedangkan vaksin HPV tetravalen, juga diberikan 3 dosis, namun dosis kedua diberikan 2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga diberikan 4 bulan kemudian
Jadwal pemberian imunisasi HPV tergantung dari jenis vaksin yang akan digunakan. Imunisasi ini dapat diberikan pada pasien sejak usia 10 tahun. Jika menggunakan vaksin HPV bivalen, diberikan 3 dosis. Dosis kedua dilakukan sebulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga dilakukan 5 bulan kemudian. Sedangkan vaksin HPV tetravalen, juga diberikan 3 dosis, namun dosis kedua diberikan 2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga diberikan 4 bulan kemudian
3.
GIZI PADA BAYI DAN BALITA
Kenali 13 Nutrisi Penting
Meningkatkan Kecerdasan Anak :
Ø AA
(Arachidonic acid) dan DHA (Docosahexanoid acid) Zat gizi
ini termasuk golongan long chain polyunsaturated fatty acid (LC
PUFA), yaitu golongan asam lemak esensial, di mana asam lemak tidak bisa
dibentuk oleh tubuh -harus didapat dari luar. AA dan DHA bisa ditemukan dalam
ASI. Pun bisa didapatkan dalam ikan tuna, salmon, makarel, sarden, daging,
telur. AA dan DHA sangat bermanfaat untuk pertumbuhan sistem saraf pusat dan
fungsi visual/penglihatan. DHA berperan dalam pembentukan sel-sel saraf dan
synapse (cabang sel saraf). Sedangkan AA berfungsi sebagai neurotransmitter
(zat penghantar). Memang, ada penelitian yang menyebutkan AA-DHA perlu
ditambahkan pada susu formula agar kecerdasan dan visual bayi lebih tinggi.
Tapi ada juga penelitian yang mengatakan hal tersebut belum tentu benar dan
tidak akurat. Sehingga hal ini masih kontroversi.
Ø Asam lemak
omega 3, 6, 9 penting untuk membentuk pembungkus syaraf, demikian
pula sphyngomyelin. Omega-3, Asam-asam lemak omega-3 sangat penting bagi
kesehatan kita. Bahkan sering disebut sebagai yang paling penting di antara
asam-asam lemak karena memiliki efek anti peradangan dan anti penggumpalan
darah. Asam-asam lemak omega-3 juga baik bagi sistim saraf pusat dan otak.
Penelitian di Inggris telah membuktikan bahwa anak-anak yang diberi asam-asam lemak
esensial memperlihatkan nilai lebih tinggi pada ujian membaca sekaligus
perbaikan pada keseluruhan perilaku mereka. Tidak aneh jika asam lemak ini
banyak digunakan dalam terapi anak-anak/orang yang mengalami hiperaktif dan
gangguan perhatian, juga gangguan mental seperti Obsessive-Compulsive
Disorder (OCD) dan depresi. Induk dari asam lemak omega-3 adalah alpha
linolenic acid (ALA) yang dapat dikonversi tubuh menjadi eicosapentaenoic
acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA). EPA, dan DHA memiliki
efek anti peradangan yang sangat ampuh sekaligus memainkan banyak peran penting
dalam tubuh. Asam lemak omega-3 disebut esensial karena tidak dapat dibuat
sendiri oleh tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan. Sayangnya, asupan
omega-3 ini justru yang paling kurang dalam pola makan kita sekarang. Selain dari ikan
berlemak tinggi seperti salmon atau tuna, omega-3 juga dapat diperoleh dari
kacang walnut, biji kapok (flaxseeds), dan sayuran berdaun hijau.
Omega-6, Walaupun memiliki efek proinflamasi atau properadangan, asam lemak
omega-6 ternyata juga menyimpan unsur anti peradangan. Asam lemak omega-6 sama
pentingnya seperti asam lemak omega-3, meski jumlahnya tidak dianjurkan sebesar
omega-3. Namun faktanya, kebanyakan orang sekarang justru lebih banyak
mengkonsumsi asam lemak omega-6 dibandingkan omega-3. Hal ini disebabkan karena
banyak makanan yang sehari-hari kita makan, menggunakan minyak yang tinggi asam
lemak omega-6. Sebut saja minyak jagung, minyak kedelai, minyak biji bunga
matahari, atau minyak canola. Pola makan kita sehari-hari pada umumnya cukup
menyediakan asam lemak ini, kecuali kita menjalani diet sangat rendah lemak.
Karena selain dari minyak nabati, asam lemak omega-6 juga dapat diperoleh dari
sayuran berdaun, biji-bijian, kacang-kacangan, dan serealia. Omega-9, Asam
lemak omega-9 adalah asam lemak terbanyak yang dapat ditemukan di alam,
sehingga sangat kecil kemungkinannya tubuh kita dapat kekurangan asam lemak
ini. Omega-9 tidak termasuk asam lemak esensial karena tubuh kita mampu
mensintesanya sendiri dari lemak-lemak tak jenuh dalam tubuh. Omega-9 terdapat
dalam lemak hewan dan minyak nabati, khususnya minyak zaitun. Yang menarik,
minyak yang dibuat oleh kelenjar kulit kita ternyata sama dengan omega-9 yang
ditemukan berlimpah dalam minyak zaitun, yaitu asam oleat. Minyak zaitun juga
mengandung asam lemak jenuh yang dikenal sebagai asam palmitat, tetapi tidak
mengandung omega-3 atau omega-6 seperti yang dipercaya banyak orang selama ini.
Bahwa minyak zaitun banyak diberitakan memiliki sejumlah manfaat kesehatan, itu
lebih karena kandungan polifenolnya ketimbang kandungan asam lemaknya.
Polifenol juga memiliki efek antioksidan, anti peradangan, anti penggumpalan
darah, dan anti bakterial seperti asam lemak omega-3.
Ø Asam amino membentuk
struktur otak dan zat penghantar rangsang (zat neurotransmitter) pada
sambungan sel syaraf. Asparagin, diciptakan dari asam amino, dan Asam
aspartat, diperlukan untuk menjaga keseimbangan dalam sistem saraf pusat.
Seperti yang diubah kembali menjadi asam aspartat, asparagin melepaskan energi
yang sel-sel saraf otak dan menggunakan sistem untuk metabolisme. Asam amino
yang berperan untuk mengatur pembentukan senyawa serotonin yang terlibat di
dalam sistem saraf atau acetylcholine yang penting untuk daya ingat.
Sumber-sumber asam amino yang berkualitas tinggi adalah protein hewani,
misalnya daging sapi, daging ayam, telur, produk susu (dairy product).
Kacang kedelai adalah sumber asam amino dengan kualitas yang hampir menyamai
protein hewani. Protein nabati selain kedelai adalah sumber asam amino kualitas
nomor dua. Misalnya, avokad, gandum cokelat, biji labu, dan kacang-kacangan,
termasuk kacang hijau, kacang tanah, dan kacang polong. Buah, sayur, dan
gelatin adalah sumber asam amino berkualitas rendah yang berarti dapat
melakukan fungsi dasarnya tetapi untuk waktu yang tidak lama. Glutein adalah
protein yang terkandung dalam biji sereal (padi, jagung, gandum, jelai,
sorgum), kasein terkandung dalam susu, vitelin adalah protein yang membina
kuning telur, dan albumin terkandung dalam putih telur. Protein belut juga kaya
akan beberapa asam amino yang memiliki kualitas cukup baik, yaitu leusin,
lisin, asam aspartat, dan asam glutamat. Leusin dan isoleusin merupakan asam
amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga
keseimbangan nitrogen pada orang dewasa. Leusin juga berguna untuk perombakan
dan pembentukan protein otot. Asam glutamat sangat diperlukan untuk
meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan asam aspartat untuk membantu kerja
neurotransmitter otak.
Ø Tyrosine. Tyrosine
merupakan asam amino penting, karena sebagai bahan baku pembuat
neurotransmitter katekolamin dan serotonin yang memengaruhi pengendalian diri,
pemusatan perhatian (konsentrasi), emosi dan perilaku anak. Tirosin pertama
kali di temukan dalam keju. Pada manusia, asam amino ini tidak bersifat
esensial, tapi pembentukanya menggunakan bahan baku fenilalanin oleh enzim phehidroksilase.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh institut penelitian kesehatan Lingkungan
Amerika Serikat tahun 1988, tirosin berfungsi pula sebagai obat stimulan dan
penenang yang efektif untuk meningkatkan kinerja mental dan fisik di bawah
tekanan, tanpa efek samping. Tirosin terkandung dalam hati ayam, keju, alpukat,
pisang, ragi, ikan dan daging.
Ø Triyptophane merupakan
asam amino penting, karena sebagai bahan baku pembuat neurotransmitter
katekolamin dan serotonin yang memengaruhi pengendalian diri, pemusatan
perhatian (konsentrasi), emosi dan perilaku anak. Triptofan merupakan asam
amino esensial, ini merupakan beberapa sumber di dapatkan dari karbohidrat.
Triptofan terdapat pada telur, daging, susu skim, pisang, susu, dan keju.
Ø Vitamin B. Vitamin B
dapat membantu perkembangan otak dan mengaktifkan fungsi otak yang pada
akhirnya bisa meningkatkan memori. Penurunan memori pada otak sering dikaitkan
dengan kekurangan Vitamin B. Makanan seperti telur, daging dan bayam, memiliki
jumlah Vitamin B kompleks yang tinggi. Kekurangan Vitamin B-12 sering dikaitkan
dengan kerusakan saraf, kehilangan memori, perubahan suasana hati dan
kelambatan mental. Vitamin B-12 merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk
pembentukan mylein, yang penting untuk membentuk lapisan di sekitar serat saraf
yang bertindak seperti isolasi. Vitamin ini banyak ditemukan dalam daging
seperti daging sapi, kambing, ikan dan domba. Vitamin B-6 sangat penting untuk
fungsi neurotransmitter dan perkembangan otak. Kekurangan Vitamin B6 dapat
menurunkan tingkat konsentrasi dan menyebabkan kehilangan memori jangka pendek.
Gejala lain yang bisa Anda alami termasuk depresi dan kecemasan.
Kacang-kacangan, wortel, dan biji bunga matahari merupakan makanan sehat yang
kaya akan Vitamin B-6.
Ø Asparagin. Asparagin di
perlukan oleh sistem saraf untuk menjaga kesetimbangan dan di perlukan pula
dalam transformasi asam amino. Asparagin di temukan pula pada daging (segala
macam sumber), telur dan susu (serta produk turunanya).
Ø Zat Besi. Zat besi
adalah unsur penting dalam produksi dan pemeliharaan mielin serta mempengaruhi
aktivitas saraf. Zat besi membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan
saraf. Zat besi ditemukan dalam otak secara tidak merata, sesuai dengan
kebutuhan masing-masing bagian otak tersebut. Kekurangan zat besi dapat
menyebabkan rendahnya kecerdasan. Pemberian zat besi secara suntikan selama 5
hingga 10 hari untuk bayi yang anemia akibat kekurangan zat besi dapat
memperbaiki kemampuan anak. Perbaikan terlihat berupa peningkatan IQ, perbaikan
perilaku, dan konsentrasi anak. Sumber makanan mengandung zat besi tertinggi
diantara adalah : Kulit Kentang memiliki zat besi lima kali lebih besar
dibanding daging kentangnya sendiri. Kacang-kacangan memiliki zat besi yang
banyak. Dalam 100 gram kacang terdapat 5mg zat besi dan 102mg kalsium. Roti
Gandum mengandung zat besi yang besar Buah Prune, adalahjenis buah yang
memiliki banyak zat besi dibanding buah apel dan pepaya. Dalam jus prune terdapat
3mg zat besi. Bayam, telur, daging sapi, kangkung, jagung, Chard, Aprikot,
jeruk, bit hijau, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, kacang lentil,
sereal.
Ø Yodium. Kekurangan
yodium menyebabkan rendahnya kecerdasan. Fungsi iodium di dalam tubuh, terangnya,
adalah membentuk hormon di dalam kelenjar tiroid. Sekresi hormon tiroid
dipertahankan sedemikian rupa melalui mekanisme umpan balik, sehingga kadarnya
optimal untuk menjalankan fungsinya. Jika karena suatu sebab, produksi hormon
tiroid kurang, akan terjadi hipotiroid, bila kelebihan akan terjadi
hipertiroid. Pada hipotiroid, pergerakan menjadi lamban, kadar protein dalam
cairan otak meningkat. Hormon tiroid mempunyai efek yang nyata pada
perkembangan otak, membuat peka sistem syaraf dan meningkatkan aktivitas otak.
Makanan Sumber Yodium adalah salmon, Tuna, Kerang, Cod, Herring, Garam
beryodium, kelp, rumput laut, susu.
Ø Seng. Seng
dibutuhkan untuk pembelahan dan kemampuan membran sel-sel otak. Zatzinc atau
seng adalah unsur dalam tubuh berjumlah kecil tetapi sangat dibutuhkan. Zat
seng membentuk ratusan jenis enzim tubuh dan pemberi vitalitas. Zinc
berpatisipasi dalam proses penyatuan protein dan nucleid acid, sehingga
berpengaruh langsung terhadap pembelahan sel, pertumbuhan dan regenerasi sel.
Selain itu zat seng berkait erat dengan pertumbuhan kecerdasan anak. Anak-anak
yang kekurangan zat seng mengalami gangguan pertumbuhan kecerdasan. Makanan
sumber seng adalah daging, kiacang-kacangan, seafood atau susu.
Ø Vitamin E. Vitamin E
dikenal baik untuk kulit dan rambut. Mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin
E juga dapat meningkatkan fungsi otak. Vitamin ini dikenal sebagai antioksidan
yang dapat menghambat perkembangan tahap pertama dari penyakit Alzeimer.
Almond, sayuran berdaun hijau, minyak bunga matahari dan hazelnut merupakan
makanan yang memiliki kandungan Vitamin E yang berlimpah.
Ø Sialic acid
(SA). Sialic acid bukan zat-gizi esensial,. Zat ini dapat disintesis tubuh dari
prekusor-prekusor (cikal-bakal) monosakarida (karbohidrat), protein di dalam hati.
Sialic acid (SA) dibutuhkan untuk membangun gangliosida membran sel otak/saraf.
Gangliosida berada di ujung sel-sel saraf (sinaps), yang berperan penting dalam
proses penghantaran impuls dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya, yang
berpengaruh terhadap kecepatan proses pembelajaran (learning) dan pembentukan
memori. Sumber makanan silaic Acid diantaranya adalah susu, kacang-kacangan,
daging sapi dll
Ø Sphingomyelin
Sphingomyelin
bukan zat-gizi esensial -- sphingomyelin dapat disintesis tubuh dari prekusor-prekusor
(cikal-bakal) lemak, monosakarida, protein. Peranan Sphingomyelin sendiri
berada dalam pembentukan myelin dan ini berfungsi untuk menyelimuti sel syaraf
yang akan membantu impuls pada sel syaraf tersebut. Proses penyelimutan dari
syaraf inilah yang kemudian dikenal dengan nama myelinasi. Myelin adalah lembar
yang kaya lipid dimana komponen utamanya adalah sphingomyelin dan metabolit
sphingolipid lain. Fungsi dari Myelin ini sendiri adalah untuk mempercepat
impuls dari satu sel syaraf ke yang lainnya, termasuk otot dan sel target lain.
Semakin banyak penelitian sekarang ini yang memfokuskan dalam peranan
Sphingomyelin dalam perkembangan sel syaraf. Makanan yang mengandung
sphingomyelin tinggi adalah ASI, susu sapi dan kedelai.
Ø Dengan
memberikan nutrisi penting untuk kecerdasan, bukan berarti langsung akan
menjadi cerdas. Karena fungsi kecerdasan dipengaruhi tiga faktor penting yang
saling berkaitan yaitu genetik, nutrisi, dan faktor lingkungan. Faktor
lingkungan yang paling utama adalah stimulasi dini untuk kecerdasan anak.
Makin dini dilakukan stimulasi, maka perkembangan otak makin baik.
Jadi, nutrisi sehebat apapun juga tidak akan berarti bagi kecerdasan anak di masa depan bila faktor genetik dan lingkungan diabaikan. Sayang dalam praktik sehari-hari banyak orangtua yang mengejar cara instan dengan menggebu-gebu memberikan makanan dengan nutrisi demi kecerdasan anak tetapi fenomena alamiah lainnya seperti faktor genetik dan stimulasi diabaikan.
Jadi, nutrisi sehebat apapun juga tidak akan berarti bagi kecerdasan anak di masa depan bila faktor genetik dan lingkungan diabaikan. Sayang dalam praktik sehari-hari banyak orangtua yang mengejar cara instan dengan menggebu-gebu memberikan makanan dengan nutrisi demi kecerdasan anak tetapi fenomena alamiah lainnya seperti faktor genetik dan stimulasi diabaikan.
4.
PERAWATAN BBL
A.
Definisi
Bayi baru lahir normal adalah
bayi yang lahir dalam kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan
lahir 2500 gram sampai dengan 4000 gram.
B. Ciri-Ciri Bayi Baru Lahir Normal
a. Berat
badan 2500-4000 gram
b. Panjang
badan 48-52 cm
c. Lingkar dada 30-38 cm
d. Lingkar
kepala 33-35 cm
e. Bunyi
jantung dalam menit-menit pertama 180 kali/menit, kemudian menurun sampai
120-140 kali/menit
f. Pernafasan pada menit-menit pertama cepat kira-kira 80 kali/menit, kemudian
menurun setelah tenang kira-kira 40 kali/menit
g. Kulit
kemerah-merahan dan licin karena jaringan subcutan cukup terbentuk dan di
liputi verniks caseosa
h. Rambut
lanugo telah tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna.
i. Kuku telah agak panjang dan lemas
j. Genetalia : Labia mayora sudah menutupi labia minora (pada perempuan ),
testis sudah turun (pada anak laki-laki)
k. Refleks isap
dan menelan sudah terbentuk dengan baik
l. Refleks moro sudah baik, bayi bila di kagetkan akan memperlihatkan gerakan
seperti memeluk.
m. Graff
refleks sudah baik, apabila di letakkan sesuatu benda di atas telapak tangan,
bayi akan menggenggam / adanya gerakan refleks
n. Eliminasi
baik, urine dan mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama, mekonium berwarna
hitam kecoklatan.
C. Perubahan-Perubahan Yang terjadi Pada Bayi Baru
Lahir
1) Perubahan
metabolisme karbohidrat
Dalam waktu 2 jam setelah lahir akan terjadi penurunan kadar gula darah,
untuk menambah energi pada jam-jam pertama setelah lahir di ambil dari hasil
metabolisme asam lemak, bila oleh karena sesuatu hal perubahan glukosa menjadi
glikogen misalnya bayi mengalami hipothermi, metabolisme asam lemak tidak dapat
memenuhi kebutuhan pada neonatus maka kemungkinan bayi akan menderita
hipoglikemia, misalnya pada bayi BBLR, bayi dari ibu yang menderita DM dan
lain-lainnya (Saifuddin, 2002 ).
2) Perubahan
suhu tubuh
Ketika bayi berada pada suhu lingkungan yang lebih rendah dari suhu didalam
rahim ibu. Apabila bayi dibiarkan dalam suhu kamar dua puluh lima derajat
celcius maka bayi akan kehilagan panas melalui konveksi, radiasi, dan evaporasi
sebanyak 200 kal / kg berat badan / menit. Sedangkan produksi panas yang
dihasilkan tubuh bayi hanya 1/10 nya. Keadaan ini menyebabkan penurunan suhu
tubuh sebanyak 20C dalam waktu 5 menit, akibat suhu yang rendah
metabolisme jaringan meningkat dan kebutuhan oksigen pun meningkat
(Saifuddin,2002).
3) Perubahan
pernafasan
Pernapasan pertama pada bayi normal terjadi dalam waktu 30 detik sesudah
kelahiran. Pernapasan ini timbul sebagai akibat aktivitas normal susunan saraf
pusat dan perifer yang dibantu oleh beberapa rangsangan lainnya, seperti
kemoreseptor carotid yang sangat peka terhadap kekurangan oksigen, rangsangan
hipoksemia, sentuhan dan perubahan suhu didalam uterus dan diluar uterus
(Saifuddin, 2002).
Semua ini menyebabkan perangsangan pusat pernapasan dalam otak yang
melanjutkan rangsangan tersebut untuk menggerakkan diafragma serta otot-otot
pernapasan lainnya. Tekanan rongga dada bayi pada waktu melalui jalan lahir
pervaginanam mengakibatkan bahwa paru-paru, yang pada janin normal cukup-bulan
mengandung 80-100 ml cairan,
kehilangan 1/3 dari cairan ini. Sesudah bayi lahir cairan yang hilang diganti
dengan udara. Paru-paru berkembang, sehingga rongga dada kembali pada bentuk
semula (Saifuddin, 2002).
4) Perubahan
sirkulasi
Seiring dengan berkembangnya paru-paru, tekanan oksigen didalam alveoli
meningkat. Sebaiknya, tekanan karbondioksida turun. Hal-hal tersebut
mengakibatkan turunnya resistensi pembuluh-pembuluh darah paru, sehingga aliran
darah kealat tersebut meningkat. Ini menyebabkan darah arteri pulmonalis
mengalir ke paru-paru dan duktus arteriosus menutup. Setelah tali pusat dipotong,
maka aliran darah dari plasenta melalui vena kava inferior dan foramen ovale ke
atrium kiri terhenti. Serta diterimanya darah oleh atrium kiri dari paru- paru,
tekanan diatrium kiri menjadi lebih tinggi dari pada tekanan diatrium kanan,
ini menyebabkan foramen ovale menutup. Sirkulasi bayi yang hidup diluar badan
ibu.
5) Perubahan
lain
Alat-alat pencernaan, hati, ginjal dan alat-alat lain mulai berfungsi
D. Tujuan Perawatan Bayi Baru Lahir
Adapun tujuan perawatan bayi
baru lahir yang dimaksud dibagi menjadi dua yakni tujuan utama dan tujuan
khusus seperti yang diuraikan berikut ini :
a. Tujuan Utama
Tujuan utama perawatan bayi baru lahir yaitu diharapkan agar ibu mampu
merawat bayi baru lahir normal.
b. Tujuan
Khusus
1) Mencapai dan
mempertahankan jalan nafas dan mendukung pernafasan.
2) Mempertahankan
kehangatan dan mencegah hipotermia.
3) Memastikan
keamanan dan mencegah cedera atau infeksi
4) Mengidentifikasi
masalah-masalah aktual atau potensial yang memerlukan perhatian segera.
E. Hal-Hal Yang Dilakukan dalam Perawatan Bayi Baru
Lahir Normal (BBLN)
a.
Perawatan tali pusat
Sewaktu masih berada dalam
rahim, bayi mendapatkan makanan dan oksigen melalui plasenta atau tali pusat.
Setelah bayi dilahirkan, tali pusat dipotong karena sudah tidak lagi berfungsi
sebagai alat pengantar makanan. Pangkal tali pusar yang berwarna putih, bening,
dan megkilat baru putus setelah bayi berusia sekitar 1-3 minggu. Biasanya tali
pusar yang belum putus akan membuat bayi rewel karena tidak nyaman. Bayi merasa
sakit bila tali pusarnya yang masih lembab itu tersentuh. Karena itu, tali
pusar perlu mendapat perawatan atau dibersihkan setiap hari untuk mencegah
terjadinya infeksi, minimal 3 kali sehari
(Jensen, 2004).
Merawat tali pusar juga
penting untuk mencegah tetanus neonatorum, yang dapat menyebabkan kematian.
Tubuh bayi yang baru lahir belum cukup kuat menangkal kuman infeksi. Karena
itu, tali pusar harus dalam keadaan bersih dan tetap kering sampai tali pusar
mengering, menyusut, dan lepas dari pusar bayi.Tali pusat akan cepat puput
apabila dilakukan perawatan yang baik. Apabila tali pusat terkena tinja atau
air kencing bayi maka harus segera dibersihkan dengan menggunakan sabun dan air
bersih. Apabila terdapat tanda seperti bengkak, merah, panas, nyeri, gangguan
fungsi laesa maka terjadi infeksi pada tali pusat bayi. (Jensen, 2002).
Setelah memandikan bayi,
tutuplah pusar bayi dengan kapas kering atau kasa. Biasanya 5-7 hari tali pusar
ini akan lepas sendiri bahkan tanpa ibu ketahui dimana dan kapan sisa jaringan
tali pusar ini terlepas. Tali pusar ini sebaiknya dijaga tetap kering setiap
hari untuk menghindari terjadinya infeksi pada tali pusat.
Talipusat bayi bukan hiasan
semata. Perawatan perlu dilakukan agar tidak terjadi infeksi sebelum talipusat
lepas dengan sendirinya (istilahnya disebut dengan puput). Prinsipnya adalah
menjaga puntung talipusat supaya tetap bersih dan kering hingga dapat lepas dengan
sendirinya. Tidak perlu mengoleskan apapun pada puntung. Bila keadaannya tetap
kering, Anda dapat membersihkan setiap selesai mandi atau buang air dengan
menggunakan cotton bud (pembersih liang telinga) yang diolesi alkohol
70%. Sebaiknya tidak menggunakan antiseptik karena kandungan yodium di dalamnya
dapat mengganggu pertumbuhan kelenjar gondoknya. Bila menggunakan popok, lipat
popok dibawah pusat, tidak membalut talipusat. Hal ini dimaksudkan agar ketika
si kecil buang air kecil, talipusat tidak basah terkena air kencing. Talipusat
umumnya lepas dalam waktu 5 hari hingga 7 hari meski kadang ada yang sampai dua
minggu.
b. Menjaga
kehangatan bayi
Mekanisme pengaturan suhu tubuh pada bayi baru lahir, belum berfungsi
sempurna. Bayi lahir dengan tubuh basah oleh air ketuban. Aliran udara melalui
jendela / pintu yang terbuka akan mempercepat penguapan dan bayi lebih cepat
kehilangan panas tubuh.Akibatnya dapat timbul serangan dingin (cold stress)
yang merupakan gejala awal hypothermia. Bayi kedinginan biasanya tidak
memperlihatkan gejala menggigil oleh karena kontrol suhu belum sempurna. Hal
ini menyebabkan gejala awal hipotermia sering kali tidak terdeteksi oleh ibu /
keluarga bayi atau penolong persalinan (Saifuddin, 2002).
Bayi baru lahir dapat kehilangan panas tubuhnya melalui cara-cara berikut :
1) Evaporasi
adalah kehilangan panas dapat terjadi karena penguapan cairan ketuban pada
permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir, tubuh bayi
tidak segera dikeringkan.
2) Konduksi
adalah kehilangan panas tubuh bayi melalui kontak langsung oleh tubuh bayi
dengan dengan permukaan yang dingin. Meja, tempat tidur atau timbangan yang
temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi
melalui mekanisme konduksi apabila bayi diletakkan diatas benda-benda tersebut.
3) Konveksi
adalah kehilangan panas tubuh yang terjadi saat bayi terpapar udara sekitar
yang lebih dingin. Seperti melalui aliran udara dari kipas angin, hembusan
udara melalui ventilasi atau pendingin ruangan.
4) Radiasi
adalah kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat
benda-benda yang mempunyai suhu lebih rendah dari suhu tubuh bayi ( Affandi,
2007).
Untuk mencegah terjadinya serangan dingin setiap bayi lahir harus dikeringkan
dengan handuk yang kering dan bersih (sebaiknya handuk tersebut dihangatkan
terlebih dahulu). Mengeringkan tubuh bayi harus dilakukan dengan cepat mulai
kepala kemudian seluruh tubuh. Handuk yang basah harus diganti dengan handuk
yang lain yang kering dan hangat. Setelah tubuh bayi kering segera dibungkus
dengan selimut, diberi topi / tutup kepala, kaos tangan dan kaki. Selanjutnya
bayi diletakkan dengan telungkup diatas dada untuk mendapat kehangatan dari
dekapan ibu (Saifuddin, 2002).
Suhu normal bayi baru lahir berkisar 36,5OC – 37,5OC
yang diukur dengan menggunakan termometer. apabila suhu < 36OC
atau kedua tangan atau kaki teraba dingin maka ini merupakan gejala awal dari
hipotermi. Bila seluruh tubuh bayi teraba dingin, maka bayi sudah mengalami
hipotermia. Tanda-tanda bayi hipotermia adalah sebagai berikut :
1) Bayi tidak
mau minum atau menetek
2) Bayi tampak
lesu atau mengantuk saja
3) Tubuh bayi
teraba dingin
4) Dalam
keadaan berat, denyut jantung bayi menurun dan kulit tubuh bayi mengeras
(Saifuddin, 2002).
c. Pemenuhan nutrisi
Bayi normal sudah dapat disusui segera setelah lahir. Lamanya disusui hanya
untuk satu dua menit pada setiap payudara ibu dengan mengisapnya bayi dapat
terjadi perangsangan terhadap pembentukan air susu ibu. Walaupun air susu ibu
yang berupa kolostrum itu dapat diisap hanya beberapa tetes, ini sudah cukup
untuk kebutuhan bayi dalam hari-hari pertama. Kolostrum banyak mengandung
antibody (ketahanan tubuh). Kadang-kadang bayi keberatan menyusui bayinya
dengan alasan ASI belum keluar. Pada hari ketiga bayi sudah harus menyusui
selama 10 menit pada mamma ibu dengan jarak waktu tiap 3-4 jam. Akan tetapi
diantara waktu itu bayi menangis karena lapar, bayi sudah boleh disusui pada
satu mamma secara bergantian. Sehingga kebutuhan on demand dapat terpenuhi
(Saifuddin, 2002).
Kebutuhan cairan pada tiap-tiap bayi untuk mencapai kenaikan berat badan
yang optimal berbeda-beda. Oleh sebab itu, pemberian cairan kepada bayi yang
daya isap dan menelannya baik hendaknya on
demand. Pada umumnya cairan yang diberikan pada hari pertama sebanyak 60
ml/kg berat badan dan setiap dan setiap hari di Rumah, sehingga pada hari ke-14
dicapai 200 ml/kg berat badan sendiri. Dalam hari-hari pertama berat badan akan
turun oleh karena pengeluaran mekonium dan masuknya cairan belum mencukupi.
Turunnya berat badan tidak lebih dari 10%, berat badan akan naik lagi pada hari
ke 4 sampai hari ke 10 dan seterusnya. Oleh sebab itu, pemberian ASI pada bayi
sangat penting (Saifuddin, 2002).
d.
Memandikan bayi
Setelah bayi lahir, suhunya
dicek setiap jam sekali sampai hasil pengecekan dua kali berturut-turut
menunjukkan suhu 36,50C. Sesudah itu, pengecekan suhu ini dilakukan
setiap 4 jam sekali. Selama 24 jam pertama dan kemudian, jika tidak terdapat
indikasi untuk pengecekan yang lebih sering, 2 kali sehari (Barbara,2004).
Suhu harus diukur sebelum bayi
ditelanjangi untuk dimandikan atau dibersihkan, dan pada beberapa rumah sakit,
pengukuran suhu juga dilakukan sesudah bayi dimandikan. Memandikan bayi, jika
mungkin, harus dilakukan sebelum makan dan bukan sesudahnya karena lambung yang
penuh dapat terganggu oleh gerakan dan tindakan
sewaktu memandikan. Ruangan harus bersih dan tidak banyak angin. Handuk,
pakaian serta popok bayi yang bersih sudah disiapkan terlebih dahulu, dan bak
mandi bayi diisi dengan air dingin serta di tambahkan air panas sampai suhu air
menjadi hangat ketika di periksa memakai sisi sebelah dalam pergelangan tangan
atau siku ( Barbara, 2004 ).
Cara-cara memandikan bayi :
1) Petugas cuci
tangan sebelum memandikan bayi.
2) Baringkan
bayi diatas meja mandi yang telah dialasi kain.
3) Isi Waskom
dengan air hangat ( suhu air kira-kira 36,5-37,2oC )
4) Lepaskan
seluruh pakaian bayi.
5) Cuci muka
bayi lalu basuh seluruh badan bayi dengan waslap
6) Pakaikan
sabun keseluruh tubuh bayi kecuali muka.
7) Masukkan
bayi kedalam Waskom yang berisi air hangat
dengan cara tangan kiri memegang belakang leher bayi sambil menutup
kedua lubang telinga dengan jari tengah dan ibu jari. Tangan kanan memegang
kedua kaki bayi dimana jari telunjuk berada diantara kedua kaki bayi.
8) Lepaskan
tangan kanan dari kaki bayi lalu basuh seluruh tubuh bayi dengan tangan kanan
sehingga bersih.
9) Angkat bayi
keatas meja mandi yang telah dialasi handuk bayi, lalu dikeringkan.
10) Olesi badan bayi dengan baby
oil/minyak talon.
11) Kenakan pakaian bayi dengan
ikatan popok dibawah tali pusat bayi
lalu dibedong.
12) Berikan bayi pada ibunya untuk
disusui.
e.
Pencegahan infeksi
Bayi baru lahir rentan
terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan kontaminasi mikroorganisme selama
proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir. Infeksi dapat
menjadi masalah besar di rumah sakit. Oleh karena itu perawat harus mencuci
tangan sebelum menyentuh bayi. Bagian tubuh bayi baru lahir yang sangat
sensitif seperti mata, mulut, kulit terutama tali pusat (Jensen, 2002).
Mata bayi harus selalu
diperiksa untuk melihat tanda-tanda infeksi, mata harus selalu dibersihkan
dengan air bersih. Muka sebaiknya diseka dengan air steril, terutama sesudah
minum susu. Mulut diperiksa untuk
melihat kemungkinan infeksi dengan kandida (oral thrush). Kandidiasis merupakan
suatu penyakit endemik di tempat bayi (infeksi dapat berasal dari ibu,
bidan/perawat, botol/dot). Bila ditemukan dapat diobati dengan gentian violet
1% yang baru dibuat atau larutan Nystasin yang langsung diteteskan kemulut.
Kulit, terutama bila lipatan-lipatan (paha, leher, belakang telinga, ketiak)
harus selalu bersih dan kering. Bagian-bagian tersebut harus bersih dari
verniks caseosa karena verniks kaseoasa merupakan media yang paling baik untuk
kuman stafilokokus. Tali pusat akan puput pada waktu bayi berumur 6-7 hari yang
harus dijaga kebersihannya dengan menggunakan kain kasa yang dibasahi dengan
zat antiseptik seperti betadin dan alkohol 70 % (Jensen, 2004 ).
5.
TUMBUH KEMBANG BAYI DAN BALITA
Usia 0 - I,5
bulan
- Mulai mampu mengontrol gerakan otot-otot tubuhnya.
- Membutuhkan banyak bantuan Anda untuk belajar mengangkat dan menopang kepalanya dengan otot-otot lehernya.
- Menggerakkan tangan dan kakinya untuk menunjukkan bahwa ia tertarik dengan sesuatu yang ada di dekatnya.
- Bisa tiba-tiba menggerakkan tubuhnya seperti kejang-kejang dalam rangka belajar mengendalikan diri. Itu sebabnya Anda perlu hati-hati dan memegangnya cukup kuat saat menggendongnya.
- Ketika terjaga, berilah ia kesempatan belajar mengangkat kepalanya. Caranya, letakkan tubuhnya pada posisi telungkup, sehingga memaksa anak berlatih mengangkat kepalanya.
- Lakukan face to face alias saling berpandangan muka dengannya, sesering mungkin
Umur 1,5 - 3
bulan
- Mulai bisa belajar mengangkat kepalanya pada posisi telungkup.
- Mulai aktif belajar mengontrol dan mengendalikan gerakan otot tangan dan kakinya. Itu sebabnya, Anda akan melihat anak mampu meraih serta menggenggam benda-benda kecil yang Anda berikan padanya.
Umur 3 - 6
bulan
Perkembangan motorik kasar:
Perkembangan motorik kasar:
- Mulai bisa mengangkat dan menahan kepalanya sendiri untuk beberapa saat lamanya.
- Bila dibaringkan telungkup, ia mampu menggunakan kedua tangannya untuk menahan tubuhnya sambil bergerak maju.
- Mulai belajar mengguling-gulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
- Apabila ditaruh beberapa bantal di sekelilingnya sebagai pengganjal, ia akan belajar untuk duduk. Bantulah dengan mendudukkan dan menyandarkan tubuhnya pada bantal.
Perkembangan motorik halus:
- Mulai bisa menggunakan kedua tangannya untuk meraih dan menggenggam sebuah benda.
- Senang bermain dengan kedua tangannya.
- Dengan tangannya, ia asyik bermain dengan jari-jari kaki yang bisa diraihnya.
- Gemar memasukkan semua benda yang berhasil dipegangnya ke dalam mulut. Beginilah cara dia mengenal aneka jenis mainannya.
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →
Related Posts:
akbid
Subscribe to:
Post Comments (Atom)














0 comments: