Download this Blogger Template by Clicking Here!

Sunday, May 19, 2013

Widgets

Promosi kesehatan



1.      ASI
ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi. ASI mengandung segala kebutuhan bayi, mulai dari zat gizi hingga zat kekebalan tubuh yang melindungi bayi dari serangan penyakit.
• ASI mudah dicerna dan diserap bayi. ASI mengandung whey dan casein dengan perbandingan 60:40 sehingga mudah dicerna oleh bayi.
ASI mengandung zat-zat gizi yang diperlukan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya, termasuk

otak dan fungsi kognitifnya.
• ASI memberikan perlindungan kepada bayi dari kemungkinan infeksi dan alergi, juga merangsang pertumbuhan sistem kekebalan tubuh bayi.
• ASI selalu tersedia, bersih, dan segar.
• ASI lebih ekonomis, hemat, sekaligus praktis.
• Pemberian ASI memperkuat ikatan batin antara ibu dan bayi. Bayi akan merasa nyaman, aman, dan terlidungi.
Nutrisi dalam ASI
ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Agaknya kalimat ini tidak berlebihan, karena kandungan dalam ASI dapat mencukupi gizi si buah hati. Tak heran jika ASI disandangkan sebagai bentuk kasih ibu pada anak.
Makanan bayi ini memiliki tiga stadium, yaitu kolostrum, ASI transisi, dan ASI matur. Kolostrum diproduksi dari hari ke-1 hingga ke-5 menyusui, ASI peralihan diproduksi dari hari ke-4 hingga ke-10 menyusui, dan ASI matur diproduksi setelah ASI peralihan.
Dengan memberikan 750-850ml ASI per hari, para ibu telah memberikan beragam zat gizi, sebagai berikut:
• Air 87,5%. Kandungan ini membuat bayi tidak kekurangan cairan dalam tubuh dan percernaan bayi lancar.
• Karbohidrat yang berupa laktosa. Kandungan ini menjadi sumber energi bagi otak bayi.
• Protein yang terdiri dari whey dan casein. Protein ini tidak menyebabkan alergi pada bayi, tidak seperti susu sapi. Asam amino juga t
erdapat dalam protein ASI dan berperan dalam perkembangan otak bayi. Selain itu, terdapat nukleotida yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan penyerapan besi, sehingga bayi terhindar dari Anemia Defisiensi Besi (ADB).
• Lemak, termasuk lemak omega-3 dan omega-6 yang turut berperan dalam perkembangan otak bayi. Terkandung pula asam dokosaheksanoik (DHA) dan asam arakidonat (ARA) yang berfungsi dalam perkembangan jaringan saraf dan retina mata. Lemak pada ASI baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
• Karnitin yang berfungsi untuk mempertahankan metabolisme tubuh.
• Vitamin dan mineral, seperti vitamin K, D, E, A, B, C, dan asam folat, serta kalsium.
2.      IMUNISASI PADA BAYI DAN BALITA
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten.         
Apa saja jenis imunisasi tersebut?
Ø  BCG
Berisi suspensi M.Bovis hidup yang sudah dilemahkan. Imunisasi ini tidak mencegah infeksi Tuberkulosis (TB) tetapi mengurangi risiko terjadinya TB berat seperti meningitis TB dan TB milier.
Ø  Hepatitis B
Tersedia vaksin kombinasi HepB dan DTP yang berdasarkan hasil penelitian Biofarma dapat memberikan respon antibodi lebih baik daripada diberikan secara terpisah.
Ø  Polio
Polio bisa menyebabkan penderitanya mengalami kelumpuhan dan susah bernafas. Vaksin polio digolongkan menjadi dua jenis, yaitu IPV (inactivated polio vaccine) yang berisi virus polio yang sudah dimatikan. Vaksin ini diberikan dalam bentuk suntikan dan OPV (oral polio vaccine), yang mengandung virus hidup yang sudah dilemahkan.
Ø  DPT
Terdapat jenis vaksin DtaP (pertusis aselular) atau yang pada orang awam dianggap sebagai vaksin DTP yang tidak menimbulkan demam. Meskipun reaksi paska imunisasi DtaP baik lokal maupun sistemik lebih rendah dibanding DTP biasa, namun vaksin tersebut masih dapat menimbulkan reaksi demam dan pembengkakan seperti jenis vaksin lain.
Ø  Campak
Jika menjangkit anak-anak terutama anak dibawah lima tahun, campak bisa berefek fatal.
Ø  HIB
Tersedia vaksin kombinasi DTP dan HIB dengan daya imunogenitas yang tetap tinggi tanpa mempengaruhi respon imun satu sama lainnya.
Ø  PCV
Bayi yang berisiko tinggi mengalami kolonisasi pneumokokus, yaitu bayi dengan infeksi saluran napas atas, menjadi perokok pasif, bayi yang tidak mendapatkan ASI, dan bayi yang tinggal di negara 4 musim (pada musim dingin).
Ø  ROTAVIRUS
Di Indonesia, diare menjadi 28% penyebab kematian pada balita. Tersedia vaksin monovalen (Rotarix) dan pentavalen (Rotareq).
Ø  INFLUENZA
Rekomendasi IDAI, imunisasi influenza diberikan pada:
- Anak sehat yang berusia 6 bulan – 2 tahun.
- Anak dengan penyakit jantung kronik, asma, diabetes, penyakit ginjal kronis dan HIV.
- Anak yang tinggal di tempat seperti asrama, panti asuhan, atau pesantren.
- Orang yang bisa menularkan virus flu pada orang yang berisiko tinggi, seperti pengasuh anak dan petugas kesehatan.
Ø  VARISELA
Tidak boleh diberikan pada anak yang sedang demam tinggi, hitung limfosit yang rendah, alergi terhadap neomisin, dan adanya defisiensi imun seluler.
Ø  MMR
Imunisasi MMR tetap diberikan meskipun anak memiliki riwayat infeksi campak, gondongan, maupun rubela. Tidak ada efek imunisasi yang terjadi pada anak yang sebelumnya telah mendapat imunitas terhadap salah satu atau lebih dari ketiga penyakit ini. Imunisasi ini juga tidak berhubungan dengan autisme.
Ø  TIFOID
Tifoid atau yang lebih dikenal dengan thypus adalah penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Bakteri ini sering ditemukan di air dan lingkungan tempat tinggal yang tidak dijaga kebersihannya.
Ø  HEP A
Hepatitis A adalah penyakit peradangan pada liver (hati) yang tidak jarang pula menjangkit anak-anak.
Ø  HPV
Jadwal pemberian imunisasi HPV tergantung dari jenis vaksin yang akan digunakan. Imunisasi ini dapat diberikan pada pasien sejak usia 10 tahun. Jika menggunakan vaksin HPV bivalen, diberikan 3 dosis. Dosis kedua dilakukan sebulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga dilakukan 5 bulan kemudian. Sedangkan vaksin HPV tetravalen, juga diberikan 3 dosis, namun dosis kedua diberikan 2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga diberikan 4 bulan kemudian
3.      GIZI PADA BAYI DAN BALITA
  Kenali 13 Nutrisi Penting Meningkatkan Kecerdasan Anak :
Ø  AA (Arachidonic acid) dan DHA (Docosahexanoid acid) Zat gizi ini termasuk golongan long chain polyunsaturated fatty acid (LC PUFA), yaitu golongan asam lemak esensial, di mana asam lemak tidak bisa dibentuk oleh tubuh -harus didapat dari luar. AA dan DHA bisa ditemukan dalam ASI. Pun bisa didapatkan dalam ikan tuna, salmon, makarel, sarden, daging, telur. AA dan DHA sangat bermanfaat untuk pertumbuhan sistem saraf pusat dan fungsi visual/penglihatan. DHA berperan dalam pembentukan sel-sel saraf dan synapse (cabang sel saraf). Sedangkan AA berfungsi sebagai neurotransmitter (zat penghantar). Memang, ada penelitian yang menyebutkan AA-DHA perlu ditambahkan pada susu formula agar kecerdasan dan visual bayi lebih tinggi. Tapi ada juga penelitian yang mengatakan hal tersebut belum tentu benar dan tidak akurat. Sehingga hal ini masih kontroversi.
Ø  Asam lemak omega 3, 6, 9 penting untuk membentuk pembungkus syaraf, demikian pula sphyngomyelin. Omega-3, Asam-asam lemak omega-3 sangat penting bagi kesehatan kita. Bahkan sering disebut sebagai yang paling penting di antara asam-asam lemak karena memiliki efek anti peradangan dan anti penggumpalan darah. Asam-asam lemak omega-3 juga baik bagi sistim saraf pusat dan otak. Penelitian di Inggris telah membuktikan bahwa anak-anak yang diberi asam-asam lemak esensial memperlihatkan nilai lebih tinggi pada ujian membaca sekaligus perbaikan pada keseluruhan perilaku mereka. Tidak aneh jika asam lemak ini banyak digunakan dalam terapi anak-anak/orang yang mengalami hiperaktif dan gangguan perhatian, juga gangguan mental seperti Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) dan depresi. Induk dari asam lemak omega-3 adalah alpha linolenic acid (ALA) yang dapat dikonversi tubuh menjadi eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA). EPA, dan DHA memiliki efek anti peradangan yang sangat ampuh sekaligus memainkan banyak peran penting dalam tubuh. Asam lemak omega-3 disebut esensial karena tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan. Sayangnya, asupan omega-3 ini justru yang paling kurang dalam pola makan kita sekarang. Selain dari ikan berlemak tinggi seperti salmon atau tuna, omega-3 juga dapat diperoleh dari kacang walnut, biji kapok (flaxseeds), dan sayuran berdaun hijau. Omega-6, Walaupun memiliki efek proinflamasi atau properadangan, asam lemak omega-6 ternyata juga menyimpan unsur anti peradangan. Asam lemak omega-6 sama pentingnya seperti asam lemak omega-3, meski jumlahnya tidak dianjurkan sebesar omega-3. Namun faktanya, kebanyakan orang sekarang justru lebih banyak mengkonsumsi asam lemak omega-6 dibandingkan omega-3. Hal ini disebabkan karena banyak makanan yang sehari-hari kita makan, menggunakan minyak yang tinggi asam lemak omega-6. Sebut saja minyak jagung, minyak kedelai, minyak biji bunga matahari, atau minyak canola. Pola makan kita sehari-hari pada umumnya cukup menyediakan asam lemak ini, kecuali kita menjalani diet sangat rendah lemak. Karena selain dari minyak nabati, asam lemak omega-6 juga dapat diperoleh dari sayuran berdaun, biji-bijian, kacang-kacangan, dan serealia. Omega-9, Asam lemak omega-9 adalah asam lemak terbanyak yang dapat ditemukan di alam, sehingga sangat kecil kemungkinannya tubuh kita dapat kekurangan asam lemak ini. Omega-9 tidak termasuk asam lemak esensial karena tubuh kita mampu mensintesanya sendiri dari lemak-lemak tak jenuh dalam tubuh. Omega-9 terdapat dalam lemak hewan dan minyak nabati, khususnya minyak zaitun. Yang menarik, minyak yang dibuat oleh kelenjar kulit kita ternyata sama dengan omega-9 yang ditemukan berlimpah dalam minyak zaitun, yaitu asam oleat. Minyak zaitun juga mengandung asam lemak jenuh yang dikenal sebagai asam palmitat, tetapi tidak mengandung omega-3 atau omega-6 seperti yang dipercaya banyak orang selama ini. Bahwa minyak zaitun banyak diberitakan memiliki sejumlah manfaat kesehatan, itu lebih karena kandungan polifenolnya ketimbang kandungan asam lemaknya. Polifenol juga memiliki efek antioksidan, anti peradangan, anti penggumpalan darah, dan anti bakterial seperti asam lemak omega-3.
Ø  Asam amino membentuk struktur otak dan zat penghantar rangsang (zat neurotransmitter) pada sambungan sel syaraf. Asparagin, diciptakan dari asam amino, dan Asam aspartat, diperlukan untuk menjaga keseimbangan dalam sistem saraf pusat. Seperti yang diubah kembali menjadi asam aspartat, asparagin melepaskan energi yang sel-sel saraf otak dan menggunakan sistem untuk metabolisme. Asam amino yang berperan untuk mengatur pembentukan senyawa serotonin yang terlibat di dalam sistem saraf atau acetylcholine yang penting untuk daya ingat. Sumber-sumber asam amino yang berkualitas tinggi adalah protein hewani, misalnya daging sapi, daging ayam, telur, produk susu (dairy product). Kacang kedelai adalah sumber asam amino dengan kualitas yang hampir menyamai protein hewani. Protein nabati selain kedelai adalah sumber asam amino kualitas nomor dua. Misalnya, avokad, gandum cokelat, biji labu, dan kacang-kacangan, termasuk kacang hijau, kacang tanah, dan kacang polong. Buah, sayur, dan gelatin adalah sumber asam amino berkualitas rendah yang berarti dapat melakukan fungsi dasarnya tetapi untuk waktu yang tidak lama. Glutein adalah protein yang terkandung dalam biji sereal (padi, jagung, gandum, jelai, sorgum), kasein terkandung dalam susu, vitelin adalah protein yang membina kuning telur, dan albumin terkandung dalam putih telur. Protein belut juga kaya akan beberapa asam amino yang memiliki kualitas cukup baik, yaitu leusin, lisin, asam aspartat, dan asam glutamat. Leusin dan isoleusin merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga keseimbangan nitrogen pada orang dewasa. Leusin juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Asam glutamat sangat diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan asam aspartat untuk membantu kerja neurotransmitter otak.
Ø  Tyrosine. Tyrosine merupakan asam amino penting, karena sebagai bahan baku pembuat neurotransmitter katekolamin dan serotonin yang memengaruhi pengendalian diri, pemusatan perhatian (konsentrasi), emosi dan perilaku anak. Tirosin pertama kali di temukan dalam keju. Pada manusia, asam amino ini tidak bersifat esensial, tapi pembentukanya menggunakan bahan baku fenilalanin oleh enzim phehidroksilase. Menurut penelitian yang dilakukan oleh institut penelitian kesehatan Lingkungan Amerika Serikat tahun 1988, tirosin berfungsi pula sebagai obat stimulan dan penenang yang efektif untuk meningkatkan kinerja mental dan fisik di bawah tekanan, tanpa efek samping. Tirosin terkandung dalam hati ayam, keju, alpukat, pisang, ragi, ikan dan daging.
Ø  Triyptophane merupakan asam amino penting, karena sebagai bahan baku pembuat neurotransmitter katekolamin dan serotonin yang memengaruhi pengendalian diri, pemusatan perhatian (konsentrasi), emosi dan perilaku anak. Triptofan merupakan asam amino esensial, ini merupakan beberapa sumber di dapatkan dari karbohidrat. Triptofan terdapat pada telur, daging, susu skim, pisang, susu, dan keju.
Ø  Vitamin B. Vitamin B dapat membantu perkembangan otak dan mengaktifkan fungsi otak yang pada akhirnya bisa meningkatkan memori. Penurunan memori pada otak sering dikaitkan dengan kekurangan Vitamin B. Makanan seperti telur, daging dan bayam, memiliki jumlah Vitamin B kompleks yang tinggi. Kekurangan Vitamin B-12 sering dikaitkan dengan kerusakan saraf, kehilangan memori, perubahan suasana hati dan kelambatan mental. Vitamin B-12 merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk pembentukan mylein, yang penting untuk membentuk lapisan di sekitar serat saraf yang bertindak seperti isolasi. Vitamin ini banyak ditemukan dalam daging seperti daging sapi, kambing, ikan dan domba. Vitamin B-6 sangat penting untuk fungsi neurotransmitter dan perkembangan otak. Kekurangan Vitamin B6 dapat menurunkan tingkat konsentrasi dan menyebabkan kehilangan memori jangka pendek. Gejala lain yang bisa Anda alami termasuk depresi dan kecemasan. Kacang-kacangan, wortel, dan biji bunga matahari merupakan makanan sehat yang kaya akan Vitamin B-6.
Ø  Asparagin. Asparagin di perlukan oleh sistem saraf untuk menjaga kesetimbangan dan di perlukan pula dalam transformasi asam amino. Asparagin di temukan pula pada daging (segala macam sumber), telur dan susu (serta produk turunanya).
Ø  Zat Besi. Zat besi adalah unsur penting dalam produksi dan pemeliharaan mielin serta mempengaruhi aktivitas saraf. Zat besi membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf. Zat besi ditemukan dalam otak secara tidak merata, sesuai dengan kebutuhan masing-masing bagian otak tersebut. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan rendahnya kecerdasan. Pemberian zat besi secara suntikan selama 5 hingga 10 hari untuk bayi yang anemia akibat kekurangan zat besi dapat memperbaiki kemampuan anak. Perbaikan terlihat berupa peningkatan IQ, perbaikan perilaku, dan konsentrasi anak. Sumber makanan mengandung zat besi tertinggi diantara adalah : Kulit Kentang memiliki zat besi lima kali lebih besar dibanding daging kentangnya sendiri. Kacang-kacangan memiliki zat besi yang banyak. Dalam 100 gram kacang terdapat 5mg zat besi dan 102mg kalsium. Roti Gandum mengandung zat besi yang besar Buah Prune, adalahjenis buah yang memiliki banyak zat besi dibanding buah apel dan pepaya. Dalam jus prune terdapat 3mg zat besi. Bayam, telur, daging sapi, kangkung, jagung, Chard, Aprikot, jeruk, bit hijau, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, kacang lentil, sereal.
Ø  Yodium. Kekurangan yodium menyebabkan rendahnya kecerdasan. Fungsi iodium di dalam tubuh, terangnya, adalah membentuk hormon di dalam kelenjar tiroid. Sekresi hormon tiroid dipertahankan sedemikian rupa melalui mekanisme umpan balik, sehingga kadarnya optimal untuk menjalankan fungsinya. Jika karena suatu sebab, produksi hormon tiroid kurang, akan terjadi hipotiroid, bila kelebihan akan terjadi hipertiroid. Pada hipotiroid, pergerakan menjadi lamban, kadar protein dalam cairan otak meningkat. Hormon tiroid mempunyai efek yang nyata pada perkembangan otak, membuat peka sistem syaraf dan meningkatkan aktivitas otak. Makanan Sumber Yodium adalah salmon, Tuna, Kerang, Cod, Herring, Garam beryodium, kelp, rumput laut, susu.
Ø  Seng. Seng dibutuhkan untuk pembelahan dan kemampuan membran sel-sel otak. Zatzinc atau seng adalah unsur dalam tubuh berjumlah kecil tetapi sangat dibutuhkan. Zat seng membentuk ratusan jenis enzim tubuh dan pemberi vitalitas. Zinc berpatisipasi dalam proses penyatuan protein dan nucleid acid, sehingga berpengaruh langsung terhadap pembelahan sel, pertumbuhan dan regenerasi sel. Selain itu zat seng berkait erat dengan pertumbuhan kecerdasan anak. Anak-anak yang kekurangan zat seng mengalami gangguan pertumbuhan kecerdasan. Makanan sumber seng adalah daging, kiacang-kacangan, seafood atau susu.
Ø  Vitamin E. Vitamin E dikenal baik untuk kulit dan rambut. Mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin E juga dapat meningkatkan fungsi otak. Vitamin ini dikenal sebagai antioksidan yang dapat menghambat perkembangan tahap pertama dari penyakit Alzeimer. Almond, sayuran berdaun hijau, minyak bunga matahari dan hazelnut merupakan makanan yang memiliki kandungan Vitamin E yang berlimpah.
Ø  Sialic acid (SA). Sialic acid bukan zat-gizi esensial,. Zat ini dapat disintesis tubuh dari prekusor-prekusor (cikal-bakal) monosakarida (karbohidrat), protein di dalam hati. Sialic acid (SA) dibutuhkan untuk membangun gangliosida membran sel otak/saraf. Gangliosida berada di ujung sel-sel saraf (sinaps), yang berperan penting dalam proses penghantaran impuls dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya, yang berpengaruh terhadap kecepatan proses pembelajaran (learning) dan pembentukan memori. Sumber makanan silaic Acid diantaranya adalah susu, kacang-kacangan, daging sapi dll
Ø  Sphingomyelin Sphingomyelin bukan zat-gizi esensial -- sphingomyelin dapat disintesis tubuh dari prekusor-prekusor (cikal-bakal) lemak, monosakarida, protein. Peranan Sphingomyelin sendiri berada dalam pembentukan myelin dan ini berfungsi untuk menyelimuti sel syaraf yang akan membantu impuls pada sel syaraf tersebut. Proses penyelimutan dari syaraf inilah yang kemudian dikenal dengan nama myelinasi. Myelin adalah lembar yang kaya lipid dimana komponen utamanya adalah sphingomyelin dan metabolit sphingolipid lain. Fungsi dari Myelin ini sendiri adalah untuk mempercepat impuls dari satu sel syaraf ke yang lainnya, termasuk otot dan sel target lain. Semakin banyak penelitian sekarang ini yang memfokuskan dalam peranan Sphingomyelin dalam perkembangan sel syaraf. Makanan yang mengandung sphingomyelin tinggi adalah ASI, susu sapi dan kedelai.
Ø  Dengan memberikan nutrisi penting untuk kecerdasan, bukan berarti langsung akan menjadi cerdas. Karena fungsi kecerdasan dipengaruhi tiga faktor penting yang saling berkaitan yaitu genetik, nutrisi, dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang paling utama adalah stimulasi dini untuk kecerdasan anak.  Makin dini dilakukan stimulasi, maka perkembangan otak makin baik.

Jadi, nutrisi sehebat apapun juga tidak akan berarti bagi kecerdasan anak di masa depan bila faktor genetik dan lingkungan diabaikan. Sayang dalam praktik sehari-hari banyak orangtua yang mengejar cara instan dengan menggebu-gebu memberikan makanan dengan nutrisi demi kecerdasan anak tetapi fenomena alamiah lainnya seperti faktor genetik dan stimulasi diabaikan.

4.      PERAWATAN BBL
A.     Definisi
Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dalam kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir 2500 gram sampai dengan 4000 gram.

B.     Ciri-Ciri Bayi Baru Lahir Normal
a.      Berat badan  2500-4000 gram
b.      Panjang badan 48-52 cm
c.       Lingkar dada 30-38 cm
d.      Lingkar kepala 33-35 cm
e.      Bunyi jantung dalam menit-menit pertama 180 kali/menit, kemudian menurun sampai 120-140 kali/menit
f.        Pernafasan pada menit-menit pertama cepat kira-kira 80 kali/menit, kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40 kali/menit
g.      Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subcutan cukup terbentuk dan di liputi verniks caseosa
h.      Rambut lanugo telah tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna.
i.        Kuku telah agak panjang dan lemas
j.        Genetalia : Labia mayora sudah menutupi labia minora (pada perempuan ), testis sudah turun (pada anak laki-laki)
k.      Refleks isap dan menelan sudah terbentuk dengan baik
l.        Refleks moro sudah baik, bayi bila di kagetkan akan memperlihatkan gerakan seperti memeluk.
m.    Graff refleks sudah baik, apabila di letakkan sesuatu benda di atas telapak tangan, bayi akan menggenggam / adanya gerakan refleks
n.      Eliminasi baik, urine dan mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama, mekonium berwarna hitam kecoklatan.
C.      Perubahan-Perubahan Yang terjadi Pada Bayi Baru Lahir
1)      Perubahan metabolisme karbohidrat
Dalam waktu 2 jam setelah lahir akan terjadi penurunan kadar gula darah, untuk menambah energi pada jam-jam pertama setelah lahir di ambil dari hasil metabolisme asam lemak, bila oleh karena sesuatu hal perubahan glukosa menjadi glikogen misalnya bayi mengalami hipothermi, metabolisme asam lemak tidak dapat memenuhi kebutuhan pada neonatus maka kemungkinan bayi akan menderita hipoglikemia, misalnya pada bayi BBLR, bayi dari ibu yang menderita DM dan lain-lainnya (Saifuddin, 2002 ).
2)      Perubahan suhu tubuh
Ketika bayi berada pada suhu lingkungan yang lebih rendah dari suhu didalam rahim ibu. Apabila bayi dibiarkan dalam suhu kamar dua puluh lima derajat celcius maka bayi akan kehilagan panas melalui konveksi, radiasi, dan evaporasi sebanyak 200 kal / kg berat badan / menit. Sedangkan produksi panas yang dihasilkan tubuh bayi hanya 1/10 nya. Keadaan ini menyebabkan penurunan suhu tubuh sebanyak 20C dalam waktu 5 menit, akibat suhu yang rendah metabolisme jaringan meningkat dan kebutuhan oksigen pun meningkat (Saifuddin,2002).
3)     Perubahan pernafasan
Pernapasan pertama pada bayi normal terjadi dalam waktu 30 detik sesudah kelahiran. Pernapasan ini timbul sebagai akibat aktivitas normal susunan saraf pusat dan perifer yang dibantu oleh beberapa rangsangan lainnya, seperti kemoreseptor carotid yang sangat peka terhadap kekurangan oksigen, rangsangan hipoksemia, sentuhan dan perubahan suhu didalam uterus dan diluar uterus (Saifuddin, 2002).
Semua ini menyebabkan perangsangan pusat pernapasan dalam otak yang melanjutkan rangsangan tersebut untuk menggerakkan diafragma serta otot-otot pernapasan lainnya. Tekanan rongga dada bayi pada waktu melalui jalan lahir pervaginanam mengakibatkan bahwa paru-paru, yang pada janin normal cukup-bulan mengandung 80-100 ml cairan,        kehilangan 1/3 dari cairan ini. Sesudah bayi lahir cairan yang hilang diganti dengan udara. Paru-paru berkembang, sehingga rongga dada kembali pada bentuk semula (Saifuddin, 2002).
4)     Perubahan sirkulasi
Seiring dengan berkembangnya paru-paru, tekanan oksigen didalam alveoli meningkat. Sebaiknya, tekanan karbondioksida turun. Hal-hal tersebut mengakibatkan turunnya resistensi pembuluh-pembuluh darah paru, sehingga aliran darah kealat tersebut meningkat. Ini menyebabkan darah arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan duktus arteriosus menutup. Setelah tali pusat dipotong, maka aliran darah dari plasenta melalui vena kava inferior dan foramen ovale ke atrium kiri terhenti. Serta diterimanya darah oleh atrium kiri dari paru- paru, tekanan diatrium kiri menjadi lebih tinggi dari pada tekanan diatrium kanan, ini menyebabkan foramen ovale menutup. Sirkulasi bayi yang hidup diluar badan ibu.        
5)     Perubahan lain
Alat-alat pencernaan, hati, ginjal dan alat-alat lain mulai berfungsi

D.     Tujuan Perawatan Bayi Baru Lahir
Adapun tujuan perawatan bayi baru lahir yang dimaksud dibagi menjadi dua yakni tujuan utama dan tujuan khusus seperti yang diuraikan berikut ini :
a.      Tujuan Utama
Tujuan utama perawatan bayi baru lahir yaitu diharapkan agar ibu mampu merawat bayi baru lahir normal.
b.      Tujuan Khusus
1)      Mencapai dan mempertahankan jalan nafas dan mendukung pernafasan.
2)      Mempertahankan kehangatan dan mencegah hipotermia.
3)     Memastikan keamanan dan mencegah cedera atau infeksi
4)     Mengidentifikasi masalah-masalah aktual atau potensial yang memerlukan perhatian segera.



E.      Hal-Hal Yang Dilakukan dalam Perawatan Bayi Baru Lahir Normal (BBLN)
a.      Perawatan tali pusat
Sewaktu masih berada dalam rahim, bayi mendapatkan makanan dan oksigen melalui plasenta atau tali pusat. Setelah bayi dilahirkan, tali pusat dipotong karena sudah tidak lagi berfungsi sebagai alat pengantar makanan. Pangkal tali pusar yang berwarna putih, bening, dan megkilat baru putus setelah bayi berusia sekitar 1-3 minggu. Biasanya tali pusar yang belum putus akan membuat bayi rewel karena tidak nyaman. Bayi merasa sakit bila tali pusarnya yang masih lembab itu tersentuh. Karena itu, tali pusar perlu mendapat perawatan atau dibersihkan setiap hari untuk mencegah terjadinya infeksi, minimal 3 kali sehari  (Jensen, 2004).
Merawat tali pusar juga penting untuk mencegah tetanus neonatorum, yang dapat menyebabkan kematian. Tubuh bayi yang baru lahir belum cukup kuat menangkal kuman infeksi. Karena itu, tali pusar harus dalam keadaan bersih dan tetap kering sampai tali pusar mengering, menyusut, dan lepas dari pusar bayi.Tali pusat akan cepat puput apabila dilakukan perawatan yang baik. Apabila tali pusat terkena tinja atau air kencing bayi maka harus segera dibersihkan dengan menggunakan sabun dan air bersih. Apabila terdapat tanda seperti bengkak, merah, panas, nyeri, gangguan fungsi laesa maka terjadi infeksi pada tali pusat bayi.           (Jensen, 2002).
Setelah memandikan bayi, tutuplah pusar bayi dengan kapas kering atau kasa. Biasanya 5-7 hari tali pusar ini akan lepas sendiri bahkan tanpa ibu ketahui dimana dan kapan sisa jaringan tali pusar ini terlepas. Tali pusar ini sebaiknya dijaga tetap kering setiap hari untuk menghindari terjadinya infeksi pada tali pusat.
Talipusat bayi bukan hiasan semata. Perawatan perlu dilakukan agar tidak terjadi infeksi sebelum talipusat lepas dengan sendirinya (istilahnya disebut dengan puput). Prinsipnya adalah menjaga puntung talipusat supaya tetap bersih dan kering hingga dapat lepas dengan sendirinya. Tidak perlu mengoleskan apapun pada puntung. Bila keadaannya tetap kering, Anda dapat membersihkan setiap selesai mandi atau buang air dengan menggunakan cotton bud (pembersih liang telinga) yang diolesi alkohol 70%. Sebaiknya tidak menggunakan antiseptik karena kandungan yodium di dalamnya dapat mengganggu pertumbuhan kelenjar gondoknya. Bila menggunakan popok, lipat popok dibawah pusat, tidak membalut talipusat. Hal ini dimaksudkan agar ketika si kecil buang air kecil, talipusat tidak basah terkena air kencing. Talipusat umumnya lepas dalam waktu 5 hari hingga 7 hari meski kadang ada yang sampai dua minggu.
b.      Menjaga kehangatan bayi
Mekanisme pengaturan suhu tubuh pada bayi baru lahir, belum berfungsi sempurna. Bayi lahir dengan tubuh basah oleh air ketuban. Aliran udara melalui jendela / pintu yang terbuka akan mempercepat penguapan dan bayi lebih cepat kehilangan panas tubuh.Akibatnya dapat timbul serangan dingin (cold stress) yang merupakan gejala awal hypothermia. Bayi kedinginan biasanya tidak memperlihatkan gejala menggigil oleh karena kontrol suhu belum sempurna. Hal ini menyebabkan gejala awal hipotermia sering kali tidak terdeteksi oleh ibu / keluarga bayi atau penolong persalinan (Saifuddin, 2002).
Bayi baru lahir dapat kehilangan panas tubuhnya melalui cara-cara berikut :
1)      Evaporasi adalah kehilangan panas dapat terjadi karena penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir, tubuh bayi tidak segera dikeringkan.
2)      Konduksi adalah kehilangan panas tubuh bayi melalui kontak langsung oleh tubuh bayi dengan dengan permukaan yang dingin. Meja, tempat tidur atau timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi melalui mekanisme konduksi apabila bayi diletakkan diatas benda-benda tersebut.
3)     Konveksi adalah kehilangan panas tubuh yang terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin. Seperti melalui aliran udara dari kipas angin, hembusan udara melalui ventilasi atau pendingin ruangan.
4)     Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda-benda yang mempunyai suhu lebih rendah dari suhu tubuh bayi ( Affandi, 2007).
Untuk mencegah terjadinya serangan dingin setiap bayi lahir harus dikeringkan dengan handuk yang kering dan bersih (sebaiknya handuk tersebut dihangatkan terlebih dahulu). Mengeringkan tubuh bayi harus dilakukan dengan cepat mulai kepala kemudian seluruh tubuh. Handuk yang basah harus diganti dengan handuk yang lain yang kering dan hangat. Setelah tubuh bayi kering segera dibungkus dengan selimut, diberi topi / tutup kepala, kaos tangan dan kaki. Selanjutnya bayi diletakkan dengan telungkup diatas dada untuk mendapat kehangatan dari dekapan ibu (Saifuddin, 2002).
Suhu normal bayi baru lahir berkisar 36,5OC – 37,5OC yang diukur dengan menggunakan termometer. apabila suhu < 36OC atau kedua tangan atau kaki teraba dingin maka ini merupakan gejala awal dari hipotermi. Bila seluruh tubuh bayi teraba dingin, maka bayi sudah mengalami hipotermia. Tanda-tanda bayi hipotermia adalah sebagai berikut :
1)      Bayi tidak mau minum atau menetek
2)      Bayi tampak lesu atau mengantuk saja
3)     Tubuh bayi teraba dingin
4)     Dalam keadaan berat, denyut jantung bayi menurun dan kulit tubuh bayi mengeras (Saifuddin, 2002).        
c.       Pemenuhan nutrisi
Bayi normal sudah dapat disusui segera setelah lahir. Lamanya disusui hanya untuk satu dua menit pada setiap payudara ibu dengan mengisapnya bayi dapat terjadi perangsangan terhadap pembentukan air susu ibu. Walaupun air susu ibu yang berupa kolostrum itu dapat diisap hanya beberapa tetes, ini sudah cukup untuk kebutuhan bayi dalam hari-hari pertama. Kolostrum banyak mengandung antibody (ketahanan tubuh). Kadang-kadang bayi keberatan menyusui bayinya dengan alasan ASI belum keluar. Pada hari ketiga bayi sudah harus menyusui selama 10 menit pada mamma ibu dengan jarak waktu tiap 3-4 jam. Akan tetapi diantara waktu itu bayi menangis karena lapar, bayi sudah boleh disusui pada satu mamma secara bergantian. Sehingga kebutuhan on demand dapat terpenuhi (Saifuddin, 2002).
Kebutuhan cairan pada tiap-tiap bayi untuk mencapai kenaikan berat badan yang optimal berbeda-beda. Oleh sebab itu, pemberian cairan kepada bayi yang daya isap dan menelannya baik hendaknya on demand. Pada umumnya cairan yang diberikan pada hari pertama sebanyak 60 ml/kg berat badan dan setiap dan setiap hari di Rumah, sehingga pada hari ke-14 dicapai 200 ml/kg berat badan sendiri. Dalam hari-hari pertama berat badan akan turun oleh karena pengeluaran mekonium dan masuknya cairan belum mencukupi. Turunnya berat badan tidak lebih dari 10%, berat badan akan naik lagi pada hari ke 4 sampai hari ke 10 dan seterusnya. Oleh sebab itu, pemberian ASI pada bayi sangat penting (Saifuddin, 2002).
d.      Memandikan bayi
Setelah bayi lahir, suhunya dicek setiap jam sekali sampai hasil pengecekan dua kali berturut-turut menunjukkan suhu 36,50C. Sesudah itu, pengecekan suhu ini dilakukan setiap 4 jam sekali. Selama 24 jam pertama dan kemudian, jika tidak terdapat indikasi untuk pengecekan yang lebih sering, 2 kali sehari (Barbara,2004).
Suhu harus diukur sebelum bayi ditelanjangi untuk dimandikan atau dibersihkan, dan pada beberapa rumah sakit, pengukuran suhu juga dilakukan sesudah bayi dimandikan. Memandikan bayi, jika mungkin, harus dilakukan sebelum makan dan bukan sesudahnya karena lambung yang penuh dapat terganggu oleh gerakan dan tindakan  sewaktu memandikan. Ruangan harus bersih dan tidak banyak angin. Handuk, pakaian serta popok bayi yang bersih sudah disiapkan terlebih dahulu, dan bak mandi bayi diisi dengan air dingin serta di tambahkan air panas sampai suhu air menjadi hangat ketika di periksa memakai sisi sebelah dalam pergelangan tangan atau siku ( Barbara, 2004 ).
Cara-cara memandikan bayi :
1)      Petugas cuci tangan sebelum memandikan bayi.
2)      Baringkan bayi diatas meja mandi yang telah dialasi kain.
3)     Isi Waskom dengan air hangat ( suhu air kira-kira 36,5-37,2oC )
4)     Lepaskan seluruh pakaian bayi.
5)     Cuci muka bayi lalu basuh seluruh badan bayi dengan waslap
6)     Pakaikan sabun keseluruh tubuh bayi kecuali muka.
7)     Masukkan bayi kedalam Waskom yang berisi air hangat  dengan cara tangan kiri memegang belakang leher bayi sambil menutup kedua lubang telinga dengan jari tengah dan ibu jari. Tangan kanan memegang kedua kaki bayi dimana jari telunjuk berada diantara kedua kaki bayi.
8)     Lepaskan tangan kanan dari kaki bayi lalu basuh seluruh tubuh bayi dengan tangan kanan sehingga bersih.
9)     Angkat bayi keatas meja mandi yang telah dialasi handuk bayi, lalu dikeringkan.
10)  Olesi badan bayi dengan baby oil/minyak talon.
11)   Kenakan pakaian bayi dengan ikatan popok dibawah tali pusat bayi  lalu dibedong.
12)   Berikan bayi pada ibunya untuk disusui.
e.      Pencegahan infeksi
Bayi baru lahir rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir. Infeksi dapat menjadi masalah besar di rumah sakit. Oleh karena itu perawat harus mencuci tangan sebelum menyentuh bayi. Bagian tubuh bayi baru lahir yang sangat sensitif seperti mata, mulut, kulit terutama tali pusat (Jensen, 2002).
Mata bayi harus selalu diperiksa untuk melihat tanda-tanda infeksi, mata harus selalu dibersihkan dengan air bersih. Muka sebaiknya diseka dengan air steril, terutama sesudah minum susu.      Mulut diperiksa untuk melihat kemungkinan infeksi dengan kandida (oral thrush). Kandidiasis merupakan suatu penyakit endemik di tempat bayi (infeksi dapat berasal dari ibu, bidan/perawat, botol/dot). Bila ditemukan dapat diobati dengan gentian violet 1% yang baru dibuat atau larutan Nystasin yang langsung diteteskan kemulut. Kulit, terutama bila lipatan-lipatan (paha, leher, belakang telinga, ketiak) harus selalu bersih dan kering. Bagian-bagian tersebut harus bersih dari verniks caseosa karena verniks kaseoasa merupakan media yang paling baik untuk kuman stafilokokus. Tali pusat akan puput pada waktu bayi berumur 6-7 hari yang harus dijaga kebersihannya dengan menggunakan kain kasa yang dibasahi dengan zat antiseptik seperti betadin dan alkohol 70 % (Jensen, 2004 ).

5.      TUMBUH KEMBANG BAYI DAN BALITA

Usia 0 - I,5 bulan
  • Mulai mampu mengontrol gerakan otot-otot tubuhnya.
  • Membutuhkan banyak bantuan Anda untuk belajar mengangkat dan menopang kepalanya dengan otot-otot lehernya.
  • Menggerakkan tangan dan kakinya untuk menunjukkan bahwa ia tertarik dengan sesuatu yang ada di dekatnya.
  • Bisa tiba-tiba menggerakkan tubuhnya seperti kejang-kejang dalam rangka belajar mengendalikan diri. Itu sebabnya Anda perlu hati-hati dan memegangnya cukup kuat saat menggendongnya.
  • Ketika terjaga, berilah ia kesempatan belajar mengangkat kepalanya. Caranya, letakkan tubuhnya pada posisi telungkup, sehingga memaksa anak berlatih mengangkat kepalanya.
  • Lakukan face to face alias saling berpandangan muka dengannya, sesering mungkin
Umur 1,5 - 3 bulan
  • Mulai bisa belajar mengangkat kepalanya pada posisi telungkup.
  • Mulai aktif belajar mengontrol dan mengendalikan gerakan otot tangan dan kakinya. Itu sebabnya, Anda akan melihat anak mampu meraih serta menggenggam benda-benda kecil yang Anda berikan padanya.


Umur 3 - 6 bulan
Perkembangan motorik kasar:
  • Mulai bisa mengangkat dan menahan kepalanya sendiri untuk beberapa saat lamanya.
  • Bila dibaringkan telungkup, ia mampu menggunakan kedua tangannya untuk menahan tubuhnya sambil bergerak maju.
  • Mulai belajar mengguling-gulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
  • Apabila ditaruh beberapa bantal di sekelilingnya sebagai pengganjal, ia akan belajar untuk duduk. Bantulah dengan mendudukkan dan menyandarkan tubuhnya pada bantal.
Perkembangan motorik halus:
  • Mulai bisa menggunakan kedua tangannya untuk meraih dan menggenggam sebuah benda.
  • Senang bermain dengan kedua tangannya.
  • Dengan tangannya, ia asyik bermain dengan jari-jari kaki yang bisa diraihnya.
  • Gemar memasukkan semua benda yang berhasil dipegangnya ke dalam mulut. Beginilah cara dia mengenal aneka jenis mainannya.









SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →

0 comments: